Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Situs / Blog Penting

Halaman

Tampilkan postingan dengan label 2. Air terjun. Tampilkan semua postingan

Air terjun Cuban Wolu

Air Terjun Cuban Wolu


             Air terjun ini berada di kecamatan pronojiwo. Jika kita memperhatikan bahwa dari jembatan  panjang Pronojiwo itu ada aliran air lahar semeru yang seperti membentuk air terjun. Berdasarkan rasa penasaran teman - teman penulis akhirnya memberanikan diri menuju ke lokasi air terjun. Untuk menuju air terjun ini bisa dimulai air terjun kapas biru kemudian turun ke sungai untuk melawan arus. Dibutuhkan nyali yang kuat dan berani karena aliran sungai yang dilewati merupakan aliran lahar dingin gunung semeru yang kadang - kadang bisa terjadi banjir sewaktu - waktu. Belum ketika melewati batuan yang sangat besar,sehingga ketika teman- teman penulis menceritakan perjalanan kesana dan memabyangkan ada banjir datang maka kemungkinan akan tinggal nama. Itulah yang menyebabkan penulis belum berani untuk jelajah kesana karena medannya yang berbahaya. Inilah penampakan air terjun cuban wolu

Air terjun sumber telu

Air terjun Sumber Telu



          Air terjun ini berada di Kecamatan Pronojiwo, salah satu dari keunggulan air terjun ini adalah banyaknya air terjun yang keluar dari celah bebatuan sepanjang sekitar 50 m. Selain itu airnya yang begitu jernih dan segar. Untuk menuju ke lokasi ini tidak sulit  cukup dari arah lumajang kita menuju kelapangan pronojiwo. Kita akan disambut oleh baner tentang air terjun sumber telu. Untuk menuju ke air terjun sumber telu maka kita akan melewati sebuah tebing yang dikenal dengan tebing tinggi. Kita akan berolahraga ceria sambil menikmati pemandangan alam. Di akhir perjalanan kita akan melewati sebuah jembatan dari bambu yang melintang di atas sungai yang aliran airnya sebagai aliran utama air terjun kapas biru. jadi kita berada di atasnya air terjun kapas biru.
          Jangan kaget ketika kita berada di sumber telu kita akan dsambut dengan banyaknya orang yang mandi karena memang ini digunakan sebagai tempat mandi dan mencuci warga sekitar. Inilah sumber terlu itu.




Air Terjun Batu Lapis

Air Terjun Batu Lapis

        

            Air terjun ini terletak di desa Tawon Songo kecamatan Pasrujambe. Dari pusat kota lumajang berjarak sekitar 20 km. Air terjun ini kadang oleh masyarakat dikenal sebagai air terjun tujuh bidadari, ndak tau kenapa kok disebut demikian. Untuk menuju ke sini dari pusat kota lumajang - ikuti arah senduro kemudian sebelum pasar senduro ada belokan ke kiri. Ikuti aja belokan tersebut sehingga sampai ke pasar pasrujambe. Pasar pasrujambe terus arah ke barat melewati SMPN 1 Pasrujambe - Polsek Pasrujambe - dan nanti ada pertigaan dimana ada jalan tanah dan tidak beraspal ikuti jalan tersebut. Jika ragu lebih baik bertanya. Setelah kita mengikuti jalur ini kita akan menemukan sebuah gapura sebagai pintu masuk seperti gambar dibawah ini

            Kita akan mengikuti pintu masuk itu dan melewati jalan setapak. Di tengah jalan ada pertigaan dimana kalau ke kiri kita menuju ke Watu klosot (puri bunda ratu ) dan kalau ke kanan kita menuju ke watu lapis. Kita ambil jalur ke kanan dan ikutilah jalur itu sampai ke tempat parkir. Dengan tiket masuk sekitarRp 5.000 maka kita bisa menikmati keindahan  air terjun watu lapis.



       Jika lapar atau haus bisa ngopi dan makan dulu di warung sekitar air terjun.


          Sepulang dari air terjun watu lapis kita bisa mengunjungi bangunan belanda atau yang dikenal dengan Loji. Fungsinya Loji yaitu sebagai tempat bagi Belanda untuk memantau aliran lahar semeru. Ini foto loji saya ambil pada th 2013. Katanya th 2017 loji sudah mulai dipugar dan dimanfatkan.  masih belum sempat kunjungi lagi.



Air terjun Cuban Pawon

Air Terjun Cuban Pawon


            Air terjun ini berada di Desa Wonokerto Gucialit. Mengapa disebut air terjun cuban Pawon karena air terjun ini memiliki bentuk mirip seperti pawon. Untuk menuju kesini bisa melewati 2 arah yaitu dari arah terminal wonorejoke utara sampai ketemu dengan bangunan Mall yang ndak jadi - belok kiri ikuti jalur itu terus- ketemu pertigaan ikuti jalur lurus - ketemu pertigaan kedua belok kiri ( arah gucialit wonokerto) - terus sampai ketemu balai desa wonokerto ( amalan ) - belok kanan - ikuti jalur terus sampai ketemu masjid di kiri jalan. (bisa tanya disitu air terjun cuban pawon) - ikuti jalan makadam sampai ketemu rumah terakhir.- bisa parkir disitu. untuk menuju ke sini jalannya berupa jalan setapak dan mungkin sekitar1 km kita sampai di mulut cuban pawon. Inilah foto - foto cuban pawon. Jika kesini usahakan pada musim hujan karena debit air cukup besar tetapi jika tidak musim hujan khawatir air tidak mengalir.
debit air yang sangat kecil

pintu masuk cuban pawon





curug pere

Air terjun Curug Pere

           Sekilas air terjun ini namanya mirip dengan air terjun dari daerah jawa barat. Mengapa dinamakan demikian, penulis juga tidak tahu. Air terjun ini juga berada di Gucialit, cuma akses memang disembunyikan dikarenakan medan yang cukup jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki dan rawan tersesat. Jadi penulis tidak bisa menuliskan rutenya karena penulis belum sampai kesana. Cuma penulis sempat mendapatkan foto dari curug pere dari teman - teman GOWA. Jadi jika kalian berminat kesini silahkan hubungi teman - teman GOWA. Inilah air terjun curug pere

Air terjun Kali Gedang

Air Terjun Kali Gedang


        Air terjun ini berada di daerah perkebunan teh Kertowono dan se arah menuju ke air terjun senikir. Cuma banyak orang yang tidak mengetahui air terjun ini karena letaknya yang tersembunyi. Untuk mencapai air terjun ini dari pabrik teh Kertowono silahkan mengikuti jalur menuju ke air terjun senikir. Ketika di jembatan ada jalan setapak ke kiri, ingat jalan setapak yang ujung utara jembatan. Ikuti jalur setapak itu ndak usah belok - belok, maka kita akan disuguhi berbagai macam aliran air yang sangat menggoda untuk difoto. 
Air terjun kali gedang berada di akhir jalan ini. 
           Untuk parkir kendaraan tidak ada, jadi kalau ingin ke air terjun ini tolong kendaraan diberi pengaman ganda dan diamankan seaman mungkin. Sekali lagi air terjun ini akan indah jika musim penghujan karena airnya akan banyak, tetapi jika musim kemarau makan aliran airnya sangat kecil sekali.Inilah penamapakan air terjun kali gedangnya.



Air terjun senikir

AIR TERJUN SENIKIR


         Air terjun ini berada di Kecamatan Gucialit.Untuk menuju air terjun ini akses nya cukup mudah yaitu dari arah kota kita menuju arah Gucialit atau arah pabrik teh Kertowono. Dari Lumajang kota mungkin sekitar 14 km.Rute:  Pusat kota - Ringin Dawuhan lor - ke barat ikuti jalan sampai tujuan akhir adalah pabrik teh. Setelah berada di pabrik Teh kita bisa mengikuti jalur berbatu ( makadam ) menuju air terjun Senikir ( mungkin jarak sekitar 2 km dari pabrik Teh ). Di sepanjang perjalanan kita akan disambut dengan hamparan kebun teh dan kadang memberikan wangi semerbak dari bunga teh. Sungguh kita bisa berfoto - foto dengan sangat indah disini.
         Setelah cukup menikmati jalan makadam kita bisa menemukan sebuah parkir sepeda motor maupun mobil di kanan jalan. Biasanya ada tiket masuk seharga Rp5.000,00. Setelah berjalan sekitar 100 meter kita akan menemukan air terjun senikir.
Inilah foto - foto air terjun senikir, usahakan datang ke sini saat musim hujan ya agar debit airnya penuh.



            Gimana bagus kan??  Jika capek ada bungalow untuk duduk..yang jelas fikiran akan tenang.
Jika ingin info lebih lanjut tentang gucialit atau mau ke destinasi wisata di Gucialit bisa hubungi teman - teman GOWA atau hubungi di nomor  082311322381

Air terjun Gupit

Air terjun Gupit

         Air terjun ini juga terletak di daerah Tempursari tepatnya di desa Pundungsari. Untuk akses masih belum bisa penulis tuliskan karena belum penulis observasi. jadi saya tampilkan hanya gambar dari teman yang sudah sampai ke air terjun gupit.



Air terjun Kresek

Air terjun Kresek

          Air terjun ini terletak di Tempursari tepatnya di desa iburaja. Penulis masih belum bisa menulis rute ke air terjun ini karena masih belum sempat observasi Ketika mau dijelajahi oleh penulis ternyata akses kesana masih terputus karena banjir di sungai.Jadi gambar masih berdasar kiriman dari teman yang rumahnya di daerah tempursari. Air terjun ini kelihatan dari coban glintungan Malang.


Air terjun Kapas Biru

AIR TERJUN KAPAS BIRU

             Air terjun kapas biru ini berada di Kecamatan Pronojiwo. Air terjun ini merupakan salah satu dari yang terbaik yang dimiliki oleh Kabupaten Lumajang, selain karena debit yang cukup besar air terjun ini memiliki aliran air yang putih seputih kapas dan kadang terlihat berwarna kebiru - biruan.
Untuk menuju ke tempat ini dari arah Lumajang kita menuju ke arah Pronojiwo ( sekitar 300 meter dari polsek Pronojiwo ) ada banner penunjuk jalan menuju ke air terjun ini.  Setelah menuju tempat parkir dan membayar tiket masuk Rp5.000 maka kita bisa mengikuti jalur yang disediakan. Jangan kaget jika kita harus menempuh perjalanan sekitar 2 km melewati tebing,kebun salak, persawahan. Tapi jauhnya perjalanan itu akan terasa sirna dengan keindahan yang kita rasakan. Apalagi kita harus menuruni tangga yang cukup curam

          Setelah melewati kebun salak maka kita akan disambut dengan suatu persawahan dan akan melewati sebuah jembatan dari bambu. Dari sini kita sudah bisa mendengar suara gemericik air yang turun dari air terjun kapas biru. Inilah air terjun kapas biru.




Air terjun Sarun

AIR TERJUN SARUN/ ANTRUKAN SARUN

         Kecamatan Senduro memang surganya air terjun karena begitu banyaknya air terjun di kecamatan ini. Kali ini kita bahas mengenai air terjun sarun. Air terjun ini mulai dikenal setelah air terjun manggisan yang lebih dulu booming. Sekilah air terjun ini mirip dengan air terjun kapas biru cuma kurang tinggi sedikit. Air terjun ini sangat berbahaya didatangi jika musim hujan sedang dalam masa puncak karena rawan banjir. 

   Untuk akses ke antrukan sarun cukup mudah...dari Pura Mandara Giri Semeru Agung Senduro terus tidak usah belok - belok, nanti akan melewati SMPN 2 Senduro di desa kandangan. SMPN 2 Senduro itu masih terus ( arah ke air terjun manggisan ) sampai sebelum jalan yang mentok ada jalan menuju ke Desa Bodang. Ikuti jalan itu sampai nanti ada sebuah perbatasan yang terbuat dari bambu melintang di atas jalan. Bisa tanya ke warga tentang air terjun sarun. Kita bisa menitipkan  ke warga untuk kendaraan dan kita menyusuri jalan setapak. Sampailah kita di air terjun sarun. Jika takut tersesat mintalah guide ke warga sekitar.

Air terjun Jagung

ANTRUKAN JAGUNG


        Saya tidak begitu tahu mengapa ini dinamakan antrukan jagung. Bolang ke antrukan jagung sebenarnya merupaka 1 set dengan antrukan menjangan karena berada pada satu aliran air. Setelah kami kembali dari antrukan menjangan kami mencoba menemukan air terjun kedua pada GPS dan ketika kami mencoba potong kompas kami menemukan sebuah jalan penduduk dan kami juga menemukan adanya pipa air pada aliran air sungai tersebut. Berbekal keyakinan tersebut kami mencoba untuk mengikuti jalur penduduk dan akhirnya dengan mudah kami tiba di aliran air sungai.
       Kami menyusuri sungai dengan melawan arus dan searah pipa air, akhirnya inilah antrukan jagung

     Ternyata aliran air ini sealiran dengan air terjun manggisan di senduro. Oleh karena itu sangan berbahaya jika ke air terjun ini pada musim hujan karena bisa terjadi banjir. Bahkan berdasarkan info dari petunjuk sekitar ada air terjun lagi di bawah ini cuma kita hanya bisa sampai atas saja tanpa ada akses turun ke bawah.

Air terjun Menjangan

Air terjun Menjangan

      Air terjun ini berada di daerah Senduro dan kalau tidak salah berada di desa Kandang tepus. Untuk melakukan perjalanan ini saya bersama beberapa teman antara lain Bendy, Yhaqie, Dr.Adrian, Yoyok, Om Rombez ( kebetulan ketemu di POM bensin ) berencana melakukan penjelajahan hanya berbekal gambar 2 titik putih di google Map kami nekat melakukan perjalanan ini.
        Setelah sempat tersesat karena akses internet yang tidak lancar akhirnya kami menemukan titik terang yaitu ketika bertanya pada seseorang di tepi jalan. Akhirnya kami di arahkan ke daerah klethekan ( kalau tidak salah ). Wah menuju ke tempat ini juga membutuhkan perjuangan yang cukup berat walau banyak rumah penduduk tetapi aksesnya adalah jalan makadam yang cukup membuat sepeda motor yang kami tumpangi merasa menjerit. Untunglah kami disuguhi pemandangan yang indah.

     Ternyata setelah disuguhi pemandangan yang cukup indah kami harus melanjutkan perjalanan sampai rumah terakhir. Di sinilah kami bertanya pada seseorang tentang air terjun dan diberikan petunjuk bahwa air terjun tersebut tidak bisa dituruni..hanya bisa dilihat dari atas.
    Dan ketika kami bertanya apakah jaraknya jauh dari rumah, sang pemilik rumah mengatakan bahwa jarak ke air terjun sekitar 1 km. Kami pun berpikir jarak tersebut cukup dekat dengan berjalan kaki. Tapi ketika kami berjalan hampir 1 jam ternyata tidak nampak tanda - tanda air terjun...akhirnya berdasarkan gps hp kami coba untuk potong kompas tanpa tahu arah.
      Akhirnya terdengarlah suara gemericik air , kami pun bahagia dan mempercepat langkah.Walau kami menuruni sebuah lembah yang cukup curam tidak kami hiraukan, dan akhirnya kami kecewa karena tidak ada jalan lagi untuk turun. Kami masih berada di atas lembah.

      Masih terlalu curam dan sangat berbahaya jika kami memaksa turun. Akhirnya kami cari jalan alternatif lain dengan kembali ke rute awal sebelum kami potong kompas. Tentunya ini menguras tenaga. Kami berjalan lagi dengan harapan menemukan sebuah petunjuk jalan di rerimbunan hutan perhutani. Akhirnya kami menemukan sela untuk potong kompas yang kedua. Dengan semangat kami mencoba untuk turun dan memang sudah semakin mendekat ke aliran air sungai, tapi jalannya ampun..skali kita berbuat salah maka nyawa taruhannya karena masih sangat curam sekali....bahkan saya hanya berpegangan pada rumput. Akhirnya kami melihat ada deretan pohon pisang yangmengarah ke aliran sungai dan cukup landai. Kami putuskan untuk kembali ke jalur awal sebelum potong kompas yang kedua. Disinila Dr. Adrian sempat drop dan hampir menyerah.
       Kami tetap memberi semangat dan akhirnya bersedia melanjutkan perjalanan dan ketika kami melihat ada rerimbunan pohon pisang maka kami langsung mencoba untuk turun mengikuti arah tanaman pisang. Dan Alhamdulillah kami sampai di bawah aliran air. Disini lah kami bertemu bapak - bapak dan ternyata kami diberitahu bahwa ada jalur yang enak yang langsung menuju ke aliran sungai. Kami langsung meminta petunjuk jalur untuk pulang lewat mana. Setelah diberitau jalurnya kami meminta ijin ke bapak tersebut untuk melanjutkan ke air terjun dengan menyusuri sungai.Terbayang kan betapa senangnya hatiini ketika melihat air terjun menjangan.
     Mengapa dinamakan air terjun menjangan karena ada kayu ini yang merip dengan tandung menjangan. Begitu ceritanya. Kami juga sempat melihat ada sebuah jembatan di atas air terjun ini dan kami juga diberitau ada air terjun lagi di atasnya ini yang dinamakan air terjun LESTI.

Air terjun Manggisan

AIR TERJUN MANGGISAN



            Mungkin banyak orang yg bertanya mengapa air terjun ini dinamakan Air Terjun Manggis? Menurut warga setempat, konon dulu di sekitar air terjun, banyak ditumbuhi pohon Manggis. Dan sekarang pohon manggis tersebut tidak ada lagi disitu, dikarenakan tumbang terkena aliran air yg sangat besar ketika hujan lebat turun.
            Air terjun ini mempunyai ketinggian sekitar 55 m dengan debit ir 198 liter/detik. Air terjun ini terletak di Desa Kandangan – Senduro – Lumajang. Tepatnya pada koordinat 8012’51”S 112056’44”E.

AKSES MENUJU KE AIR TERJUN MANGGISAN
            Berjarak 22 km dari Pusat Kota Lumajang. Untuk mencapai lokasi air terjun ini dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit dari pusat Kota Lumajang. Lalu dilanjukan dengan berjalan kaki selama ± 1,5 jam menuju lokasi.
            Bagi yg dari luar kota, bisa berhenti di Terminal Minak Koncar, terus tanya kepada masyarakat sekitar arah menuju Senduro. Nanti disana anda akan menemui Pura terbesar di Jawa yaitu Pura Mandara Giri Semeru Agung. Dari Pura MGSA lurus ke utara, sampai ada pertigaan ambil arah kanan. Ikuti jalan sampai ada Pos Amal Jariyah, disitu anda bisa tanya lokasi air terjun.
            Disana sudah ada tempat parkir yg disediakan oleh warga sekitar, dengan tarif Rp 5.000/motor. Hasil dari tarif parkir tersebut tidak digunakan untuk warga sendiri, melaikan untuk membangun/mempermudah jalan menuju air terjun. Dari tempat parkir ke air terjun bisa ditempuh dengan berjalan kaki sejauh ± 2 km dengan jalur yg dikelilingi pohon karet, kopi & udara yg sangat sejuk dengan alam yg masih sangat asri. Anda akan melewati 2 bukit dan 1 sungai kecil yg sangat jernih.
akses menuju lokasi


            Saat anda sudah sampai di lokasi air terjun, rasa capek saat perjalanan akan terbayar sudah dengan melihat betapa indahnya air terjun dengan ketinggian 55 m ini. Kalau ingin merasakan segarnya air terjun manggis ini anda bisa mandi disana dengan aman. Di dekat Air Terjun Manggis juga terdapat air terjun yang mempunyai ketiggian ± 20 m dan merupakan sumber air yang jernih.
Air Terjun Manggis ini masih sangat alami, karena belum banyak orang yang tau tentang keberadaan air terjun ini. Air terjun ini juga masih dikelolah oleh warga setempat.

( Ditulis oleh : Fian Arekz Nglayap )

- Copyright © wisata lumajang - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -